Keragaman Seni Rupa Modern atau Kontemporer
Perkembangan masa seni rupa di mancanegara berawal dari masa prasejarah yang berlangsung pada ratusan hingga ribuan tahun yang lampau. Dari bentuk seni yang sederhana, selanjutnya terus disempurnakan oleh beberapa generasi menjadi seni tradisi yang bersifat turun temurun dan merakyat. Pada masa berikutnya terjadi kontak dan komunikasi antarbangsa yang memungkinkan adanya pengaruh yang berjalan melalui akulturasi seni, termasuk karya seni rupa.
Gagasan, Teknik, dan Bahan, serta Perkembangan Seni Rupa Modern atau Kontemporer
Seni Rupa Kontemporer

Ada istilah dalam dunia seni rupa yang disebut avant-garde yang arti harafiahnya garda-depan. Istilah ini diberikan kepada kelompok perupa yang cenderung serta bersifat eksperimental. Pembaharuan juga dilakukan pada berbagai aspek, seperti konsep, media, teknik, tema, makna, tempat, dan waktu.
Seni Lingkungan

Demikian juga dengan Jeff Koons yang membuat patung berbentuk seekor anjing dari sejenis pohon yang berbunga di Jerman. Perupa lainnya juga bekarya dengan konsep seni ini adalah Michael Heizer, Naney Holt, dan Dennis Oppenheim.
Perupa Indonesia Teguh Ostenrik pernah membuat sebuah piramid dari sampah plastik yang dipadatkan sebagai keprihatinannya pada masalah sampah di negara Indonesia. Hal yang dilakukan Dadang Christanto dengan karyanya berjudul "1001 Manusia Tanah" dengan isi menggugat persoalan tanah. Seribu patung fiberglas (serat kaca) diletakkan di pinggir Pantai Marian, Ancol dan dirinya sebagai satu patung bergerak.
Seni Rupa Pertunjukan
![]() |
| Sumber Gambar Vivanews |
Perupa Vito Acconci, Laurie Anderson, Chris Burden, Allan Kaprow, Meredith Monk, dan Robert Wilson adalah beberapa diantara nama yang aktif berekspresi dengan seni rupa pertunjukan.
Di Indonesia, gejala yang sama muncul pula di kalangan perupa muda yang tinggal di kota-kota besar. Ada yang mengangat isu lingkungan yang makin rusak, seperti dilakukan Tisna Sanjaya, Yoyo Yogasmana yang banyak mengeksplorasi tubuhnya. Nindityo Adipurnomo yang sering mengangkat lambang tradisi Jawa, Nyoman Erawan yang berangkat dari akar tradisi Bali, Arah Maiani dengan tanggapannya atas globalisasi, dan perupa Iwan Wijono.
Seni Instalasi
| Sumber Gambar Satu Lingkar |
Makna seni instalasi erat terkait dengan lokasi tempat karya ini dipasang sekaligus dipamerkan, baik di geleri biasa maupun di tempat tertentu berdasarkan konsep sang perupa. Karya yang dipamerkan umumnya tidak dijual. Hal ini karena objeknya dapat berupa apa saja, seperti yang dibuat Judy Pfaff dengan memanfaatkan ribuan kertas yang disusun sedemikian rupa di dalam sebuah ruangan sehingga mirip langkungan dibawah air atau dunia khayal.
Senin instalasi juga tumbuh di Indonesia dan mula-mula muncul pada saat Gerakan Seni Rupa Baru yang muncul pada 1975. Saat itu, ada keinginan dari para perupa muda, seperti F.X. Harsono, Hardi, B. Munni Ardhi, Nyoman Nuarta, dan Jim Supangkat untuk menampilkan karya yang tidak lagi tersekat seperti seni lukis, patung, atau desain. Pada masa kini, seni instalasi digiatkan oleh banyak perupa seperti Heri Dono, Tisna Sanjaya, Dadang Chritanto, Krishna Murti, Andur Manik dan Teguh Ostenrik. Tisna Sanjaya melalui seni instalasinya yang berjudul Pohon Tidak Tumbuh Tergesa menanam seribu pohon mahoni di Bandung dan Solo sebagai bentuk daya kritisnya selaku perupa atas kebijakan pemerintah yang dinilai tidak berpihak pada kelestarian lingkungan.
Seni Video
![]() |
| Sumber Gambar Antara Foto |
Para perupa penting seni video ini diantaranya adalah Ant Farm, Frank Gillette, Paul Kos, dan Bruce Nauman. Di Indonesia, perupa Krishna Murti adalah seorang tokoh penting seni baru ini. Pada praktiknya, karya rekaman seni video ini kadang menjadi elemen seni instalasi atau seni rupa pertunjukan.
Kecenderungan para perupa untuk memanfaatkan teknologi sebagai media berekspresi melahirkan beragam bentuk seni rupa alternatif yang inovatif atau baru sama sekali. Di Barat, kecenderungan tersebut dikenal dengan nama seni media baru (New Media Art). Sebuah karya atau peristiwa seni yang berlangsung di salah satu belahan dunia dapat dikunjungi secara langsung (on-line) melalui internet. Sebagai contoh, Maki Ueda, seorang perupa kontemporer dari Jepang membuat sebuah proyek seni Hole in the Earth hasil kerja sama dengan mitranya di Belanda. Ueda menempatkan sebuah monitor dan kamera di Pesantren Daarut Tauhid pimpinan Aa Gym di Bandung para pengunjung dapat berkomunikasi secara langsung dengan siapapun yang kebetulan melakukan hal yang sama di Rotterdam, Belanda. Dengan begitu, kontak antarmanusia kini tidak lagi terbatasi ruang dan dan waktu.
Seni Kriya Kontemporer
![]() |
| Sumber Foto Traveller |
Media yang digunakan dalam seni kriya amat beragam, mulai dari keramik, seperti yang dilakukan oleh Hilda Sumantri, Hendrawan Riyanto, Suyatna, Noor Sudiyati, dan Nurzulis Koto. Pada Media tekstil, Nia dan Agus Ismoyo bereksprimen dengan media dan teknik yang berbeda sehingga muncul bahasa ungkap yang baru. Lalu, perupa Anusapati secara khusus banyak mengolah media kayu. Pada seni Serat (Tapestry) perupa Yusuf Affendi, Biranul Anas, dan Lengganu banyak menampilkan nilai ekspresi pribadi yang unik dan berkarakter.
Donwload Artikel.
Donwload Artikel.


